sebenernya ini copas dari explorefkunjani.blogspot.com -- kebetulan disitu saya juga yang posting, hehe, cuma ada beberapa editan en tambahan, check it out fellas !!
Liburan semester adalah waktu yang sangat dinanti2 oleh para EXPLORER (ini geng jalan2 saya di kampus), karena begitu padatnya jadwal kuliah kami (sedikit, haha) .
Yap, tepat tanggal 12-14 maret 2011 , saya melakukan perjalanan bersama sekitar 21 orang + 1 guide (kebetulan guide ini teman satu perkuliahan yang kampung halamannya dekat dengan sawarna).
12 Maret 2011
Pukul 11 tepat, kami memulai perjalanan kami dan mengawalinya dengan berdoa bersama di kampus tercinta (UNJANI.red). Dengan 3 mobil, akhirnya kami berangkat dengan penuh riang gembira (haha). Untuk trip kali ini, perlengkapan yang kami bawa tidak begitu banyak. Jadi, simple aja, kami hanya memuat perlengkapan2 tsb ke dalam daypack.
FYI, Sawarna terletak di Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Untuk menuju sawarna bisa melalui dua akses jalan, yaitu lewat serang, banten atau pelabuhan ratu , sukabumi (cmiiw). Masing-masing akses jalan punya kelebihan dan kekurangan. Tapi berdasarkan survei tidak resmi yang kami lakukan, mayoritas pengunjung sawarna menggunakan akses pelabuhan ratu untuk kesana. FYI lagi, jalan via serang dikabarkan sangat, sangat jelek sekali. hhe
Dari cimahi menuju sukabumi (pelabuhan ratu) -- eh lewat rumah saya nih :P, kami menempuh jarak kurang lebih 150 km. Sekitar pukul setengah 5 sore kami sampai di pelabuhan ratu, kemudian kami melaksanakan shalat di mesjid agung pelabuhan ratu.
Selesai shalat, lapar melanda, akhirnya kami pun mencari sesuatu yang bisa dimakan (haha). Di pelabuhan ratu ada banyak tempat kuliner, hanya saja dominasi nya adalah seafood (maklum lah ya.haha). Tapi kalo mau makan nasi padang dan sejenisnya, jangan khawatir, di sana juga ada kok :).
Setelah bingung, cari makan yang enak dan murmer, kami akhirnya sampai di salah satu rumah makan, namanya --- (lupa) yang pasti di pinggir pantai, heheh. Makan kali ini mencakup makan siang dan makan malam, maklum kami sedikit menganut paham TMR (tak mau rugi.red).
sebelum makan foto2 dluu aah.. :D
![]() |
| shilouette . |
![]() |
| di pinggir2 nya ada yang surfing juga lho . |
Setelah kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju sawarna. Perjalanan cukup jauh, dan medan sangat sulit, maka berhati-hatilah dalam mengemudi (terutama pada malam hari). Dalam perjalanan banyak hal-hal unik yang kami temui, salah satunya banyak sekali jasa ojeg mak er*t (haha). Sekitar 1/3 perjalanan, jalanan masih cukup ramai, karena cukup banyak juga permukiman penduduk.
2/3 sisa perjalanan, hal yang menegangkan dimulai. Jalanan sangat,sangat ekstreeeeeeeem. Oh ya, hati-hati, karena sangat banyak gelondongan kayu hasil tebang yang disimpan di pinggir jalan, bisa-bisa kendaraan kita jadi korban, karna c gelondongan kayu ini hampir menghabiskan 1 ruas jalan, ck,ck,ck. Kondisi jalan juga tidak begitu mulus, bahkan bisa di bilang rusak, banyak jalan berlubang. Intinya, HATI-HATI :). Satu lagi, sekeliling kita juga tampak seperti hutan belantara, hmm, malam yang cukup mencekam. haha.
3 jam perjalanan kami lalui, akhirnya sampai juga di desa sawarna. Disana kami menginap disalah satu wisma tanpa nama. Yang pasti nyaman dan murah. Fasilitas cukup lengkap, dengan 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur (tanpa alat masak,hehe), dan 2 kamar mandi, ada dispenser juga looh :) . Lokasi wisma sangat dekat dengan pantai dan juga dekat dengan pasar bayah, Pasar bayah dapat dibilang juga sebagai alun-alun desa sawarna, karena semua fasilitas ada disana. Terminal, pasar, franchise (alfa,indo), pokoknya semua-semuanya ada disana. Pasar bayah juga menghubungkan antara cisolok (pelabuhan ratu) dan banten (cmiiw).
Sudah larut malam, para explorer pun terlelap ditemani deburan ombak di pantai. Walaupun ada sebagian yang masih terjaga dan memanfaatkan malam mereka dengan main gapleh (-__-).
13 Maret 2011
Malam yang singkat, tak terasa sinar matahari pun membangunkan tidur kami. Sekitar pukul 6 para wanita explore sudah siap-siap untuk berbelanja ke pasar bayah demi menghidupi para explorer yang lain. Sampai di pasar , ternyataaa belum banyak kios yang buka, haha. Maklum pagi itu juga sedikit gerimis, dan setelah kami tanyakan ke pedagang disana memang pasar bayah mulai aktif sekitar pukul 7-8 pagi. Sambil menunggu kios buka, kami pun jalan-jalan mengelilingi pasar bayah. Seperti pasar-pasar pada umumnya, semua kebutuhan harian lengkap di sana, harganya pun tidak jauh beda.
Setelah semuanya selesai mandi dan makan, kami pun bergegas untuk mengeksplore sawarna. Pantai pertama yang kami kunjungi yaitu pantai ciantir. Sebelum masuk ke pantai ciantir, ada sebuah goa disana yaiut goa langir. Tapi goa ini tampaknya sangat jarang dikunjungi oleh wisatawan. Untuk masuk ke pantai ciantir kita dikenakan administrasi masing-masing 2000 rupiah. Lalu kami pun meniti jembatan kayu, dan berjalan kira-kira 100meter melewati rumah penduduk, losmen, dll, dan sampailah kami di pantai ciantir. Subhanallah, hamparan pasir putih dan suara debur ombak serta langit yang sangat biru menjadi suatu perpaduan yang sangat indah.
Tak jauh dari pantai ciantir, kurang tau berapa jaraknya (karna lupa bawa meteran) kami menemukan hal indah lainnya di sawarna. pantai Tanjung layar, pantai yang sangat khas dengan sepasang karang yang menjulang di tengah laut. Menurut penduduk sekitar, apabila kita datang pagi hari sebelum jam 8, air laut menuju tanjung layar surut, bahkan kita bisa menyebranginya dan bermain-main di karang. Waktu kami datang sekitar pukul 9, air laut sudah hampir naik, tapi masih bisa dilewati dengan berjalan kaki (sepinggang orang dewasa), tapi kadang-kadang sampai setinggi dada orang dewasa tergantung ombak yang datang. Semakin siang ombak semakin besar, deburan ombak yang menghantam karang sangat indah. Hati2 kalo ga bisa berenang, jangan maksain ye, saya sama temen saya aja hampir keseret ombak, haha. nikmaat.
eh, Begaya dluu mang ..
Setelah puas bermain di tanjung layar, kami melepas lelah sejenak di salah satu warung dekat di sekitar pantai tanjung layar sambil mengeringkan baju yang basah. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju Legoon Pari. Di perjalanan, sangat banyak pemandangan yang tidak biasa. Ada pantai yang penuh batu karang yang indah, ada juga pantai yang sepanjang jalannya dipenuhi oleh pohon kelapa. Kira-kira lebih dari 30 menit perjalanan barulah kami sampai di legoon pari. Menurut guide (rekrutan dari warung), pantai ini nantinya akan menjadi pelabuhan bagi kapal nelayan, dan disana pun sekelilingnya ada banyak kapal nelayan yang tak berpenghuni (tidak ada satu orang pun disana.red).
Menurut guide (rekrutan dari warung) , dari legoon pari kita dapat langsung menuju gua lalai. Tapi sayangnya guide kami sedikit (banyak) pelupa, sampai akhirnya kami pun tersesatttttt (tragis memang). Karena waktupun semakin siang dan perut kami keroncongan, akhirnya kami membatalkan niat untuk pergi ke gua lalai. Dan tau ga sih, ternyata setelah perjalanan muter2 hampir 3 jam itu, sebenernya jalan yang sebelumnya kita lalui waktu pake mobil sebelum ke pantai ciantir. Siamaaaang, tau gitu kan tinggal 5 menit nyampe -,- zzzzzz.
![]() |
| waktu kesasar (-___-") |
Untuk menghibur diri, akhirnya guide (teman kami ) mengajak kami ke pantai lagi, yaitu pantai manuk. Di pandatai ini, ombaknya kecil sehingga banyak wisatawan yang datang untuk sekedar bermain bola, voli, ataupun berenang. Kami pun tidak mau ketinggalan, sambil menunggu sunset, akhirnya kami pun mandii di laut, hehe.
Adzan magrib pun berkumandang, kami berniat untuk pulang ke penginapan. Setelah semuanya bersih (mandi.red) kami pun mencari sesuap nasi lagi di sawarna, entah kenapa selaluu lapar, haha. Cukup sulit mencari makanan di malam hari, kebanyakan toko, rumah makan sudah tutup, sampai di ujung jalan kami menemukan sebuah rumah makan padang, akhirnya kami makan nasi padang saja , hehe.
Hari semakin malam, kami pun cukup lelah setelah tadi siang tersesat, hehe, dengan perut kenyang, akhirnya kami istirahat, tidur.
14 maret 2011
Nah, hari ini, terpaksa saya harus pulang duluan, karna ada perwalian. So, dari jam 5 subuh saya udah nangkring di pasar bayah, buat naek elf ke pelabuan ratu. Sendiri, cewek, pertama kali, pagi2 buta, ooh bayangkan sodara. hhh. nikmat sekali.
nah, berhubung perjalanan ini pagi hari, akhirnya saya bisa liat jelas pemandangan sekitar deh, karena sebelumnya kan emang kesana pas malem hari. Karena waktu itu hari senin, jadi elf nya cukup RAME. Banyak anak sekolah, ibu-ibu yang mau ke pasar/kota, trus ibu-bapak petani. pokoknya rame deeeh, sayang ga sempet foto. LUPA. haha.
Btw, karna masih pagi, pengennya sih tidur lagi, tapi apa daya, JALANnyaaa booo :D haha, nikmat, tapi asik sih, seger udaranya. sekitar 2 jam perjalanan akhirnya nyampe di terminal pelabuan ratu. YEAY. sebenernya bingung sih nyari2 dlu, takut salah, yang pasti saya cuma beke google, + nanya2 ke penduduk sekitar. Inget, tampang kita harus COOL, supaya ga ditipeng. hehe.
Setelah sampe pelabuan ratu, langsung caw ke sukabumi, dan langsung caw ke bandung. SEDAP ! itu semua karna perwalian oh perwalian. :(( Kalo ga ada perwalian kan saya bisa ikut caving di gua lalai :(
ni di kasih dikit pic nya ..
OK, mungkin sekian cerita ttg sawarna, mudah2an, ada kesempatan lagi, jelajah kayak gini :D aamiin.
best regards , please welcome back :)









0 komentar:
Post a Comment
comment please :)