waktunya narsis :D hohoo.
Sesuai judul kali ini, saya bakal ngebahas tentang liburan semester saya kemarin. Kebetulan ni liburannya cukup lama juga (hampir satu bulan). Karna liburnya cukup lama, maka liburan kemarin saya isi dengan cukup banyak kegiatan (maen sih sebenernya. hhe). Dan sekarang, saya bakal cerita tentang trip saya ke suatu tempat yang namanya "PAMENGPEUK". Yap, pasti kebanyakan masih asing denger nama daerah yang satu ini. Jadi pamengpeuk ini merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten garut, jawa barat. Daripada penasaran, lebih baik kita tengok catatan perjalanannya ya .. check this out !! (jujur, ini catatan perjalanan saya yang pertama, jadi silakan menikmati catatan perjalanan yang abal-abal ini, hhe)
oh ya, sebelumnya, perjalanan saya ini bukan tanpa arah, alias saya udah punya guide pribadi, hhe. kebetulan salah satu teman saya adalah pribumi disana, hehe :) itung-itung silaturahmi lah yaa.
Sabtu, 05 maret 2011
Kita (saya dan tiga teman saya yang lain : novita a.k.a anjeula, hilda a.k.a hileud, feni a.k.a jujun) memulai perjalanan dari cimahi menuju pamengpeuk pada pukul 07.00 WIB. Dengan penuh percaya diri, kita pun berangkat menuju terminal leuwipanjang, dengan menggunakan angkutan umum (cimahi-leuwipanjang). Perjalanan itu memakan waktu sekitar 45menit-1jam dari kota cimahi. Ya, perjalanan yang cukup jauh (ditambah macet) ini hanya membutuhkan uang sebesar 4000rupiah saja.
Setelah sampai di terminal leuwipanjang, kita langsung diserbu oleh para kenek ga jelas. Untung saja, guide kita yang satu ini, panggil aja anjeula, dia udah hafal keadaan di terminal, jadi kita tinggal naik aja deh ke sebuah angkutan umum yang namanya ELF. Tadinya c kita mau foto2 dulu di samping ELF nya, tapi dikejar waktu juga, akhirnya kita langsung naik aja, dan alhamdulillah, ELF nya pun ga ngetem alias langsung berangkat.
Setelah sampai di terminal leuwipanjang, kita langsung diserbu oleh para kenek ga jelas. Untung saja, guide kita yang satu ini, panggil aja anjeula, dia udah hafal keadaan di terminal, jadi kita tinggal naik aja deh ke sebuah angkutan umum yang namanya ELF. Tadinya c kita mau foto2 dulu di samping ELF nya, tapi dikejar waktu juga, akhirnya kita langsung naik aja, dan alhamdulillah, ELF nya pun ga ngetem alias langsung berangkat.
Oh ya, ELF yang kita tumpangi ga langsung pergi ke pamengpeuk, alias kita mesti transit dulu di garut. Nah, sampai terminal garut, baru deh kita naik lagi ELF menuju pamengpeuk. Biaya yang dikeluarkan untuk naik 2 ELF ini yaitu 55ribu rupiah. 30ribu untuk perjalanan dari bandung - garut, sedangkan sisanya perjalanan dari garut-pamengpeuk. FYI , ada loh angkutan umum yang bisa kita naekin langsung dari bandung- pamengpeuk. Tapi katanya cukup jarang juga, selama perjalanan saya juga merhatiin c angkutan tersebut. Sangat khas, hehe, jadi bentuknya tuh bus (kira-kira 40 seat), warnanya gradasi pink + putih, dan ada gambar smileynya. Pokoknya khas banget, ya, kalo mau ke pamengpeuk dari bandung, mendingan kalian naek bus itu. Biar ga ribet naik turun mobil. Kayaknya c AC, tapi ga tau juga, (saya nanya ke c anjeula, dy juga belum pernah naek, jadi ga tau, haha)
Sepanjang perjalanan ke garut, saya ga begitu memperhatikan kondisi jalanannya. Karna, posisi duduk saya sangat kurang strategis. Dari 5 baris tempat duduk, kita duduk di baris paling belakang yang memiliki 4 seat dalam satu barisnya. Saya duduk paling tengah diantara 4 penumpang yang lain (4seat untuk 5 orang.red). Kebetulan ini pengalaman saya yang pertama buat naik ELF. Tapi sebelum ini pun, saya udah tau bagaimana kondisi di dalam ELF itu sendiri, yang pasti PADAAAT dan BEJUBEEL banget. (kalo mau tau, rasain aja sendiri. hhe) Balik lagi ke topik yang tadi, jalan menuju garut, kondisi jalannya bagus dan ga ada hambatan, bahkan seingat saya ga ada macet juga kemarin (padahal weekend loh).
Yap, setelah melakukan perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 3 jam, akhirnya kita sampai di terminal garut sekitar pukul setengah 12 lebih sekian menit. Tanpa basa basi, kita langsung pindah ke ELF tujuan pamengpeuk. Oh ya, saya mau sedikit berpesan, hati-hati kalo kalian lagi ada di terminal garut. Jaga diri dan barang-barang, karena pengamen dan pengemis disini agak memaksa. Jujur saya cukup ketakutan waktu kemaren, karena mereka emang maksa banget dan ga sopan (trutama hati-hati ya buat para wanita, pasang wajah kalian sejutek mungkin), baru kali ini saya nemuin pengamen dan pengemis kayak mereka (astagfirullah). Saran saya, mending ga usah di kasih sekalian kalo caranya kayak gitu.
Well, penumpang ELF garut-pamengpeuk ini tidak begitu banyak, sehingga kami pun cukup leluasa menaiki ELF yang satu ini (artinya kita dapet masing-masing 1 seat, hehe).Tapi walaupun begitu, hal ini justru bikin ELFnya ngetem lama untuk cari penumpang. Alhasil kita baru bener2 berangkat sekitar pukul 1 siang. Nah, dalam perjalanan kali ini, saya di pesankan oleh si anjeula untuk tidak tidur selama perjalanan. Dia bilang, "Rasakan sensasi ELF yang sebenarnya !!" haha. Ternyataa, emang bener supir ELF yang satu ini begitu mahir dan terampil memainkan pedal gas dan setir nya. Serobot sana sini, ga peduli sama kondisi jalanan yang berkelok-kelok. Dan tentunya, mereka ga peduli sama perasaan para penumpangnya, haha, tapi perjalanannya asik kok :). Perjalanan menuju pamengpeuk sebenarnya hampir sama dengan jalan yang kita lalui apabila berkunjung ke ujung genteng, semuanya sama persis, berkelok-kelok, tikungan tajam, jurang, kebun teh, mungkin yang membedakan hanya kondisi jalannya saja, jalan ke pamengpeuk ini saya bilang lebih baik alias mulus, dan tidak se-extreme jalan ke ujung genteng. Ya, mungkin bagi teman-teman yang ga terbiasa, (atau terbiasa mabuk darat) baiknya sebelum melakukan perjalanan, persiapkan dulu fisiknya juga kalo bisa antisipasi dengan mengkonsumsi obat anti mabuk perjalanan sebelum berangkat.
Kira-kira di tengah perjalanan menuju pamengpeuk, sudah menjadi rutinitas supirnya memberhentikan ELF-nya di salah satu rest area (warung nasi.red). Intinya si supir laper dan ingin makan siang sih, hhe. Tapi ada juga beberapa penumpang yang ikut turun untuk makan siang di warung nasi tersebut, termasuk kami diantaranya. Warung nasi ini sudah jadi langganan bagi para supir dan penumpang ELFnya. Makan disini juga cukup terjangkau, kita tinggal merogoh kocek sekitar 10-15ribu, insyaAllah perut anda tidak akan mengamuk lagi, hhe.
Setelah 3,5 jam perjalanan yang penuh sensasi , akhirnya bau-bau pantai tercium juga :) alhamdulillah sampaaai di pamengpeuk sekitar pukul setengah 5 sore. Setelah sampai, saya langsung men-jama' shalat dhuhur dan ashar. Setelah selesai shalat, tanpa basa basi kami langsung bersiap-siap pergi ke pantai dengan harapan kami dapat melihat sunset nantinya. Jarak dari rumah anjeula ke pantai cukup jauh apabila ditempuh dengan jalan kaki, tapi dengan menggunakan kendaraan hanyak membutuhkan waktu sekitar 10-15menit saja.
Dan, yippi ... WELCOME TO PAMENGPEUK :))
Sebenarnya ada cukup banyak pantai di pamengpeuk, dan kami pun langsung menuju salah satu pantai yang cukup tersohor disana, yaitu pantai santolo. Ketika kami tiba di pantai, cukup banyak orang disana (maklum weekend). Tapi seramai apapun pantai dipamengpeuk, pastinya tidak akan seramai pantai-pantai laut selatan lain yang lebih tersohor (seperti pangandaran, pelabuhan ratu, red). Suasana pantai sangat indaah, ombaknya tidak terlalu tinggi, sehingga banyak orang yang sekedar bermain air , bahkan kalo kita datang kesana pagi atau siang hari ada yang menawarkan fasilitas permainan air yaitu "banana boat".
Sebenarnya ada cukup banyak pantai di pamengpeuk, dan kami pun langsung menuju salah satu pantai yang cukup tersohor disana, yaitu pantai santolo. Ketika kami tiba di pantai, cukup banyak orang disana (maklum weekend). Tapi seramai apapun pantai dipamengpeuk, pastinya tidak akan seramai pantai-pantai laut selatan lain yang lebih tersohor (seperti pangandaran, pelabuhan ratu, red). Suasana pantai sangat indaah, ombaknya tidak terlalu tinggi, sehingga banyak orang yang sekedar bermain air , bahkan kalo kita datang kesana pagi atau siang hari ada yang menawarkan fasilitas permainan air yaitu "banana boat".
Cuaca waktu kami tiba sebenarnya kurang begitu bersahabat, walaupun tidak hujan, tapi matahari saat itu terhalang oleh awan. Sehingga kami pun tidak berkesempatan untuk menikmati sunset disana. Karena waktu juga menunjukan pukul setengah 6 sore, maka kami pun beranjak untuk menengok tetangganya pantai santolo, yaitu pantai sayang heulang. Cukup berkendara sekitar 5menit dari pantai santolo, akhirnya kita tiba di pantai sayang heulang. katanya kalo mau lihat sunset, bagusnya dilihat dari pantai ini. Tapi sayang beribu sayang, teteuup, kita ga bisa melihat sunset saat itu. Akhirnya kita kembali pulang ke rumahnya anjeula, shalat, makan malam, istirahat deh. Oh ya, seusai makan malam dan shalat isya, kami main karambol dulu di gazebo rumahnya si anjeula ini. Sebenernya ga tau cara mainnya c, tapi malam itu, kita bikin peraturan permainan sendiri, dan malam itu kita habiskan dengan gelak tawa, hahaha, betapa idiot nya kami malam itu. wkwkwk. sebenernya cukup capek juga malam itu, karena ga berhenti ketawa, tapi sesuai yang udah kita rencanakan sebelumnya, kita lanjut nonton DVD yang udah kita rental sehari sebelum berangkat (rental langganan anak kost, haha). Sampe di pertengahan film, 3 orang udah tewas, cuma saya yang masi manteng depan TV, haha. Dan akhirnya film pun selesai, saya ngebangunin tu orang-orang buat pindah ke kamar tidur, karena sebelumnya kita nonton di ruang TV. Setelah pindah, semua bersih-bersih sebelum tidur (cuci muka, dll), eeh, taunya malah pada seger lagi, haha, akhirnya malam ituu kita isi dengan bergosyiip ria sampe jam 12 malam, setelah bener-bener capek, akhirnya kita teparr semua.
Minggu, 06 maret 2011
Gara-gara begadang semalem, alhasil........kesiangan bangun !! haha, sebenernya bangun jam 5 c, tapi itu buat shalat aja, malah dilanjut tidur , karna mata susah bangeet di buka. Dan akhirnya niat kita buat liat sunset, GATOT (gagal total.red) , tapi ga pa2lah yaa, toh kita masih bisa menikmati keindahan pantai pamengpeuk. :D
Trip pertama, kita menuju pantai yang kemarin kita datangi, yaitu pantai santolo, rencananya kita mau explore lebih jauh lagi pantai ini. Hampir lupa, untuk masuk pantai ini ada biaya kontribusinya, 4rb/orang. Nah, dari gapura alias pintu gerbangnya itu, jaraknya cukup jauh, kalo jalan kaki lumayan gempor kayaknya, walo ga jauh-jauh amat c. Tapi ada juga kok angkutan umum (angkot.red) untuk mencapai pantai ini, cuma lagi-lagi saya ga tau berapa biayanya (haha, apa-apaan c catatan perjalanan kayak gini, wkwk, maap ya) Buat gambaran, selain ombak yang ga begitu besar (seperti yang saya ceritakan sebelumnya) di pantai santolo ini ada yang khas juga yaitu, hamparan batu-batu (bukan karang) jadi kayak batu-batu yang disusun membentuk jalan gitu. Sebenernya kami foto-foto juga di situ, tapii karena ada kesalahan teknis dari camdig kami, file nya error, dan ga bisa dibuka (huwaaaa).
Nah, untuk menyusuri pantai yang lebih luas lagi, kita kudu nyebrang laut (keliatannya c kayak semacam sungai gitu), ya lumayan jaraknya mungkin sekitar 20-30 meter antara pantai satu dan yang seberang. Untuk nyebrang, kita kudu ngeluarin kocek 4rb/ orang. itu buat nyebrang PP, tapii, kita juga bisa susur rawa, dan masing-masing jadi bayar 10rb/orang. Nah, mumpung lagi ada di pamengpeuk dan ga tau kapan bisa balik lagi, makanya kita milih option untuk susur rawa, bukan rawa c, sebenernya laut gitu (cuma nampak seperti sungai, dan karena banyak pohon-pohon di pinggirnya, kesannya jadi kayak rawa gitu) kalo ga salah namanya emang rawa laut gitu ya? haha, maap lupa.
setelah susur rawa itu, kita turun di pantai yang seberang, nah ini keitungnya tempat wisata , jadi kita bayar lagi deh tiket masuk. Harganya 2rb/orang. Dipantai ini, pemandangannya lebih bagus :D, ada karang yang cukup besar disana (jarak dari pantai kira2 10meter), kita juga liat nelayan yang lagi nyari ikan (emang nelayan gawenya ngapain lagi selain nyari ikan coba *doh), mereka nyari ikan tanpa pake perahu ato kapal gitu, tapi langsuung berenang. Kedalaman lautnya ya kira-kira se-pinggang ato se-dada. Kira-kira ada belasan nelayan yang lagi nyari ikan waktu itu. Dan katanya, kalo kita datang lebih pagi, kita bisa nyebrang ke karang gitu, sayangnya kita datengnya kesiangan, haha (payah).
![]() |
| ini seabis pintu masuk |
Ada yang unik di pantai ini, di sana ada palung. Palung ini bisa kita lewatin, karna ada semacam jembatan gitu. Kita sempet juga lewat kesana, tapi sereeem banget, kalo ngeliat ke bawah tuh, warna lautnya ijoo banget, keliatan kalo laut itu DALEM (ya iyahlaah, namanya juga palung, heuu).
Setelah, bergeje-geje ria di pantai santolo, kita caw lagi ke tempat lainnya. tadinya c anjeula mau ngajak kita ke tempat yang baguuus banget, daerah ci(..), tapi karena udah lama ga kesana, so ga jadi deh, haha. tapi kita sempet foto-foto di jembatan gitu, niatnya kita mau maen di sungai gitu, tapi entahlah, jadinya ga jadi, wkwk.
![]() |
| HAHAHA |
Setelah perjalanan geje, kita tanpa lelaah, melanjutkan lagi perjalanan ke pantai lainnya di pamengpeuk, namanya pantai karang taranye. Pantai ini cukup jauh juga, jarang banget pengunjung yang datang ke sana, pantainya sepi banget, padahal pantai nya kalo menurut saya paliing indah diantara pantai lainnya (ada pasir bling-bling juga lohh, pasirnya bersinaar :D hehe, bagus banget)
Di pantai karang taranye ini, terdapat karang yang gedeee banget. Ombaknya juga gede bangeet, baguss banget pokoknya, subhanallah :D. Pokoknya kamu bayangin aja, debur ombaknya tuh nabrak karang yang gede banget. Pokoknyaa bagusssssssssss :D. Karena pantai ini sepi, cuma ada beberapa orang disana, kalo menurut saya ini karena akses kesana cukup jauh (kalo lewat jalan darat) tapi kalo kalian lewat pesisir pantai, saya yakin bakal lebih deket (soalnya pantai karang taranye ini, bisa keliatan dari pantai sayang heulang).
Kita istirahat di pantai ini cukup lama, karena di sana ada gezebo gitu, jadi kita istirahat (tidur-tiduran, nyanyi-nyanyi, ngemil, sampe gangguin orang yang lagi pacaran, haha, maap ya teh, kang :p). Awalnya kita mau diem terus disana sampe sunset, tapi karena kita belum makan siang dan shalat, akhirnya kita putuskan untuk pulang aja.
Sampe di rumah sekitar jam 1 siang, kita langsuung makan, shalat, dan tidur siang, hehe. Dan kita bakal ke pantai lagi setelah shalat ashar.
Setelah ashar, kita siaaap untuk caw lagi deh, menuju pantai sayang heulang. Karna kemaren ga sempet foto-foto di sini, dan sore itu, kita dengan leluasanya, kita foto-foto disana, haha (tolong ampuni kenarsisan kami).
Kalo sekilas, pantai sayang heulang ini, ga jauh beda sama pantai di ujung genteng, jadi kita bisa jalan sampe ke tengah laut, ada rumput-rumput laut gitu (bukan rumput laut c, taneman laut deh, haha, apapun lah itu namanya). Kalo untuk hal ini, saya lebih acungin jempol buat ujung genteng c, karena biota lautnya lebih banyak di ujung genteng dan lebih variatif tentunya.
Niatnya kita mau liat sunset, tapi lagi-lagi ketutup awan. karena kecewa kita mendingan pulang lagi ke rumah, tapii, saat perjalanan, kita liat langit, ceraah banget, kayaknya c mataharinya nongol, tadinya mau balik lagi, cumaa, ya, sudah di telpon papi maminya anjeula, jadi kita memutuskan untuk pulang.
Sampe di rumah sekitar jam 1 siang, kita langsuung makan, shalat, dan tidur siang, hehe. Dan kita bakal ke pantai lagi setelah shalat ashar.
Setelah ashar, kita siaaap untuk caw lagi deh, menuju pantai sayang heulang. Karna kemaren ga sempet foto-foto di sini, dan sore itu, kita dengan leluasanya, kita foto-foto disana, haha (tolong ampuni kenarsisan kami).
Kalo sekilas, pantai sayang heulang ini, ga jauh beda sama pantai di ujung genteng, jadi kita bisa jalan sampe ke tengah laut, ada rumput-rumput laut gitu (bukan rumput laut c, taneman laut deh, haha, apapun lah itu namanya). Kalo untuk hal ini, saya lebih acungin jempol buat ujung genteng c, karena biota lautnya lebih banyak di ujung genteng dan lebih variatif tentunya.
Niatnya kita mau liat sunset, tapi lagi-lagi ketutup awan. karena kecewa kita mendingan pulang lagi ke rumah, tapii, saat perjalanan, kita liat langit, ceraah banget, kayaknya c mataharinya nongol, tadinya mau balik lagi, cumaa, ya, sudah di telpon papi maminya anjeula, jadi kita memutuskan untuk pulang.
Alhamdulillah sampe juga di rumah anjeula, waktunya berih-bersih. heheh. Ga kerasa, ternyata ini malam terakhir kami di pamengpeuk. Jadi kita manfaatkan malam itu buat packing. Dan karena hari itu cukup melelahkan, dan kita juga harus pulang pagi-pagi ke cimahi, jadi kita putuskan untuk istirahat aja.
Senin, 07 Maret 2011
Untungnya semalam udah packing, jadi paginya kita ga ribet-ribet lagi, tinggal mandi , sarapan dan berangkat. Alhamdulillah, kita dianterin pake mobilnya anjeula, jadi kita ga perlu desak-desakan lagi di ELF , hehe, dan tentunya kita bisa beli oleh-oleh dulu di garut, hehe :D
Kita berangkat, tepat pukul 10.30 dari rumah anjeula, lalu kita pamitan ke ortu anjeula dan semua sanak saudaranya, heheh (kayaknya c, dalam se-Kompleks tuh semua penghuninya masih keluarga anjeula, hehe).
Dan kita pun Pulang ke cimahi.
Ditengah perjalanan kami sempet mengabdikan beberapa foto (emang dasarnya udah narsis, harap maklum). Kita foto-foto di daerah cikajang, gambarannya disana itu kebun teh yang luas, dan ada satu yang menarik, di sini ada air terjun yang muaranya langsung ke pinggir jalan. Jadi ada air terjun di pinggir jalan, hehe, kita pun foto-foto di situ. Kalo musim hujan, biasanya curah airnya banyak banget, kebetulan kalo kemarin ga terlalu banyak juga.
Setelah kira-kira 2,5 jam perjalanan, kita sampai juga di kota garut. Perjalanannya cepet banget, karena kita pake mobil pribadi. Sampai di kota garut, kita langsung aja menikmati yang namanya es goyobod, semacam es campur, dengan banyak macam di dalamnya. Cukup dengan 3000rupiah kita bisa menikmati segelas es goyobod ini. Udah jelas rasanya manis, dan cukup menyegarkan :D
Setelah puas, kita langsung menuju mesjid agung kota garut untuk menunaikan shalat. Setelah selesai shalat, kita pun melanjutkan perjalanan, dan ga lupa, kita mampir dulu di tempat oleh-oleh khas garut. Pilihan variannya sangat beragam, jadi kalo kamu mau beli (makanan) yang aneh-aneh dan khas garut,semua ada di sana.
Puas belanja, perjalanan pun kita lanjutkan. Saya sendiri mengisi waktu perjalanan pulang kali ini dengan tidur, karena kalo mau liat pemandangan di luar juga percuma, hujan cukup deras. Jadi, kalo ujan ya mending tidur, tau-tau sekitar pukul 5 kita sampai di cimahi :D
aaah, perjalanan yang cukup melelahkan, tapi ga akan pernah terlupa :) makasi anjeula yang udah nyediain ini itu selama kita semua di pamengpeuk, dan terima kasih buat jujun and hileud yang udah bersedia untuk bersama-sama melakukan perjalanan yang selalu batal ini :D
# FYI, disana banyak pilihan penginapan kok, selain itu fasilitas di sana juga sudah lumayan (ada minimarket, pom bensin, dll)
best regards , please welcome back :)


















0 komentar:
Post a Comment
comment please :)